Trang An, Sarangnya ‘Raksasa King Kong’

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Anda sudah menonton film “Kong: Skull Island” yang berkisah tentang petualang sebuah tim khusus ke pulau terpencil dan tak berpenghuni di kawasan Pasifik selatan? Tahukah Anda bahwa film yang menampilkan raksasa King Kong serta mahluk-mahluk buas lainnya itu berlokasi syuting di Trang An, sebuah wilayah pedesaan di Provinsi Ninh Binh, Vietnam?

Trang An merupakan sebuah kawasan dengan luas dua hektar yang dihiasi bukit-bukit kapur menjulang tinggi serta goa-goa yang hanya bisa diakses melalui jalur sungai. Bukit-bukit kapur di kawasan ini terhubung dengan daratan yang subur serta berdampingan dengan hutan hujan tropis khas Asia. Dan karena keberadaan bukit-bukit kapur di area ini sudah muncul sejak 2500 tahun lalu, area Trang An juga disebut sebagai museum geologis outdoor.

Di kawasan yang sering disebut sebagai Ha Long Bay versi darat ini juga terdapat banyak kuil dan pagoda, serta situs bersejarah Hoa Lu yang dulu pernah menjadi ibu kota kuno Vietnam. Konon, situs bersejarah tersebut kini menjadi saksi bisu atas kejayaan dua raja yang pernah berkuasa pada masa itu.

Kawasan ekowisata Trang An terletak kira-kira 96 kilometer dari Kota Hanoi (ibukota Vietnam) ke arah selatan, dan kira-kira tujuh kilometer dari jantungnya Kota Ninh Binh ke arah barat. Untuk memasuki kawasan Trang An yang telah menjadi UNESCO World Heritage Site sejak tahun 2014, Anda bisa memulainya dari Kota Hanoi.

Jakarta – Hanoi

Cukup banyak maskapai yang menyediakan layanan penerbangan ke Kota Hanoi. Khusus penerbangan dari Jakarta, maskapai-maskapai semacam Scoot, Indonesia AirAsia, Garuda Indonesia, Malindo Air, Batik Air,  Vietnam Airlines, Malaysia Airlines, Singapore Airlines, dan lain-lainnya siap mengantar Anda terbang langsung ke Noi Bai International Airport di Kota Hanoi.

Noi Bai Iternational Airport. Photo by intranet.vietnamairport.vn

Dari Kota Hanoi, Anda bisa menggunakan transportasi bus atau kereta api menuju Kota Ninh Binh dalam waktu sekitar dua jam. Setelah tiba di Ninh Binh, tidak ada salahnya bila Anda mampir terlebih dahulu ke komplek kuil Bai Dinh, yakni komplek bangunan pagoda dan kuil Buddha yang terbesar serta termegah di Vietnam.

Komplek Kuil Bai Dinh. Photo by roadstour.com

Dibilang terbesar dan termegah karena komplek yang berada di kaki Pegunungan Bai Dinh ini menempati lahan seluas 700 hektar. Di dalamnya terdapat kuil-kuil dan pagoda yang bergaya arsitektur khas Vietnam, taman, danau, serta area parkir kendaraan. Ada tiga kuil yang paling terkenal di komplek ini, yaitu kuil Than, Kuil Phap Cu, dan Kuil Bell Tower.

Setelah puas memanjakan mata di komplek kuil Bai Dinh, pengunjung bisa langsung mengunjungi kawasan ekowisata Trang An dengan menggunakan taksi atau menyewa motor. Bila sudah menginjak kawasan Trang An dan membayar tiket masuk seharga 200.000 Vietnam Dong (VD), maka petualangan menjelajahi area misteri “Kong: Skull Island” pun bisa dimulai.

Boat Tour di Sungai Sao Khe

Perjalanan dimulai dengan boat tour selama sekitar 2,5 jam. Tapi jangan kaget, boat tour yang dimaksud di Trang An ini bukanlah perahu bermesin. Sebab, pengunjung akan menumpangi sebuah perahu sampan sederhana yang bagian dasarnya ditutupi oleh deretan batang bambu kuning. Cara melajukan sampan ini pun sederhana: menggunakan dayung.

Mengelilingi Sungai Sao Khe dengan perahu sederhana. Photo by pergidulu.com

Di pinggir dermaga, Anda akan menemukan puluhan sampan yang sudah berjejer rapi. Sampan yang memuat maksimal empat penumpang itu akan dikayuh oleh perempuan paruh baya penduduk lokal setempat, yang menggunakan pakaian khusus, lengkap dengan topi caping di atas kepalanya.

Ada tiga rute yang ditawarkan, yakni rute terpanjang (rute 1), rute sedang (menengah) yang bakal melewati lokasi syuting film Kong: Skull Island (rute 2), dan rute terpendek yang juga melewati lokasi syuting film Kong: Skull Island (rute 3).

Mengikuti aliran Sungai Sao Khe, para penumpang akan dibawa berkeliling Trang An dengan melewati kumpulan bukit kapur, keluar-masuk beberapa goa alam yang ada di bagian bawah bukit serta melewati beberapa bangunan kuil dan pagoda.

Keluar-masuk beberapa goa alam di sekitar Sungai Sao Khe. Photo by vietnamtypicaltours.com

Ditemani suara cicit burung-burung hutan dan suara khas beriak air sungai, Anda akan menyaksikan penampilan bukit-bukit kapur yang sebagian besar tubuhnya terendam air dan dikelilingi tebing curam, bahkan nyaris vertikal.

Mungkin Anda juga akan tercengang saat menemukan beberapa bangunan pagoda yang posisinya ada di tengah sungai. Selain itu, pemandangan hilir-mudiknya warga lokal yang mengarungi sungai menuju ke berbagai tempat juga akan menarik perhatian Anda.

Panjang goa-goa yang ada di kompleks Trang An bervariasi, ada yang sekitar 20-an meter dan ada juga yang lebih dari 100 meter dengan luas yang berbeda-beda. Bagian dalam goa-goa ini dilengkapi lampu-lampu penerangan.

Hampir semua atap goa di tempat ini sangat rendah. Bahkan di sebagian titik lintasan, para penumpang sampan harus merunduk supaya kepalanya tidak terbentur dinding atas goa. Bahkan stalaktit-stalaktit yang ada di dalam goa pun banyak yang rendah.

Sepanjang tur, sang pengemudi sampan biasanya beberapa kali merapat ke daratan dan mempersilakan para penumpang melakukan penjelajahan kecil untuk mencari tahu ada apa saja di sekitar daratan tersebut. Salah satu area yang biasanya disinggahi para pengunjung adalah area kuil Phu Kong yang hingga kini masih digunakan sebagai tempat para warga lokal melakukan pemujaan terhadap tujuh jenderal yang hidup di masa Dinasti Dinh.

Selain memiliki banyak kuil kuno, kompleks ekowisata Trang An juga mengoleksi 31 lembah dan 48 goa. Uniknya lagi, ada beberapa goa yang di dalamnya mengalir sebuah sungai, yang konon panjangnya ada yang mencapai lebih dari 2 kilometer, seperti goa Dia Linh, goa Toi, goa Sang, goa Ba Giot, goa Sinh, dan goa Son Duong.

Kong Island yang Misterius

Setelah puas mengelilingi sungai dan goa-goa, para pengunjung biasanya akan dibawa ke Kong Island, yakni pulau kecil di tengah kawasan Trang An yang turut ditampilkan di beberapa adegan film Kong: Skull Island. Di area ini pengunjung bisa menemukan dua kuil yang cukup besar.

Selain itu, di pulau yang terkesan sangat misterius ini, pengunjung juga akan menemukan tempat scene perkelahian Kong dengan monster buas berkaki dua dalam film blockbuster ala Hollywood tersebut. Lalu pengunjung juga akan melihat sebuah kerangka pesawat yang telah dimodifikasi sebagai perahu boat untuk keperluan adegan film yang konon pembuatannya menghabiskan dana sebesar Rp 2,5 triliun itu.

Dan yang sangat menarik perhatian di Kong Island ini adalah penampilan sebuah desa unik yang juga menjadi bagian penting pada film Kong: Skull Island. Para penduduknya tampak primitif, mengenakan jubah merah, berbagai aksesoris, serta membawa tombak dan parang. Wajah-wajah mereka pun penuh corang-moreng. Di sekitar mereka, tampak jejeran rumah-rumah kecil berbahan kayu dan berbentuk kerucut, persis seperti tampilan perkampungan tribal di adegan asli filmnya.

Landscape wilayah Trang An. Photo by ttnotes.com

Kabarnya, para penduduk yang bermukim di pulau unik ini adalah benar-benar penduduk asli dan merupakan karyawan dari kompleks wisata Trang An. Sebagian besar dari karyawan itu pun ikut main di film Kong: Skull Island sebagai figuran.

Maklum, oleh pemerintah setempat dan pengelola kawasan ini, Skull Island memang dijadikan sebagai spot utama sekaligus kejutan untuk para pengunjung yang datang. Dan dengan keberadaan pulau tengkorak ini, tak aneh pula bila kawasan Trang An dikampanyekan sebagai destinasi wisata andalan bagi turis domestik dan mancanegara.

Setelah kurang lebih tiga jam berwisata dan menikmati pemandangan alam Trang An, sampan kayu yang didominasi warna hijau akan kembali membawa wisatawan menuju dermaga awal sebagai tanda berakhirnya petualangan one day trip ini. (bdn)

Share.

Leave A Reply