Festival Cap Go Meh Singkawang 2019 Tawarkan 5 Sub Event

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

air-travel.id – Seperti tahun-tahun sebelumnya, Festival Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan Barat, diprediksi bakal berlangsung dengan sangat meriah. Terlebih, festival tahunan yang akan digelar pada 5-19 Februari 2019 ini menawarkan lima sub event yang tentunya bakal lebih seru.

Adapun lima sub event yang akan digelar terdiri atas live musik, expo Cap Go Meh, atraksi Tatung, replika 12 naga, dan parade seni budaya dengan aroma mistis kuat. Semuanya diramu untuk menghadirkan experience berbeda bagi para wisatawan. Venuenya tersebar di beberapa spot Kota Singkawang, mulai dari Lapangan Kridasana hingga Pusat Kota Singkawang. 

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, Festival Cap Go Meh selalu sukses menarik kunjungan wisatawan dalam jumlah besar. “Apalagi, Cap Go Meh memiliki daya tarik berupa Tatung yang selalu menunjukan berbagai keajaiban,” tuturnya kepada media, beberapa waktu lalu. 

Terbukti, pada tahun 2018 kemarin, PHRI Kota Singkawang mencatat bahwa tingkat okupansi hotel dan kunjungan restoran naik sebanyak 200%. Mereka terhanyut oleh keunikan yang ditawarkan Festival Cap Go Meh. Dan pesona terbaik ini terus berlanjut di tahun 2019. 

Menjadi satu paket dengan Perayaan Tahun Baru Imlek 2570, Festival Cap Go Meh 2019 akan dibuka pada 3 Februari. Selang sehari berikutnya, Pentas Festival Seni dan Budaya hingga Expo di sajikan di Lapangan Kridasana. Kemeriahan ini bisa dinikmati 17 hari full mulai sejak tanggal 4 hingga 20 Februari 2019. Ada 80 stand Expo Cap Go Meh yang akan menyajikan beragam produk UMKM unggulan yang dimiliki Singkawang. 

“Pastikan parade seni dan budaya tidak terlewatkan. Sebab, ada beragam tarian yang akan ditampilkan di sana. Panggung ini juga menampilkan keindahan budaya dari daerah lain. Hal ini pun menjadi bukti tingginya toleransi di Singkawang. Mereka tetap merawat keberagaman hingga menjadi kekuatan yang positif,” papar Arief.

Menegaskan eksotisnya, adrenalin festival akan mulai dinaikan 17 Februari 2019. Rituainya dimulai prosesi Buka Mata Replika 12 Naga. Lokasinya ada di Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Pusat Kota Singkawang. Pada tahun 2018, festival menyertakan 9 Replika Naga. Waktu itu, 9 Replika Naga ini pun memecahkan rekor MURI. Ada juga pertunjukan Barongsai dengan pemain dari etnis Dayak, Melayu, Jawa, dan lainnya. 

Setelah ritual Buka Mata Replika 12 Naga dilakukan, kemeriahan dilanjutkan Festival Pawai Lampion. Lazim digelar malam hari, Festival Pawai Lampion ini menjadi fenomena dengan keindahan warnanya. Dikemas dalam konsep Festival Lampion, rekor MURI pun kembali diraih. Jumlah lampoin dihadirkan mencapai 20.067 buah. 

Usai menikmati warna warni lampion, wisatawan diajak menikmati nuansa religi di Kota Singkawang. Prosesi Tolak Bala oleh para Rohaniawan atau Tatung diberikan, 18 Februari 2019. Berikutnya, ada prosesi (Sembahyang Dewa Langit (Ket Sam Thoi). Kedua sub event ini digelar di Kota Singkawang. Nuansa religi ini juga ikut menegaskan status Singkawang sebagai Kota Seribu Kelenteng. 

“Kota Singkawang ini sangat menginspirasi. Sebab, kota ini juga sangat riligius. Masyarakatnya bebas beribadah sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing. Nuansa ini tentu selalu menjadi daya tarik wisata,” ungkap Arief.

Perayaan puncak festival akan digelar 19 Februari 2019. Festival Cap Go Meh menyajikan aksi-aksi unik dari para Tatung. Aksi ini bisa dinikmati di sepanjang jalan utama Kota Singkawang. Ada juga Altan & Lelang, lalu prosesi ditutup dengan pembakaran Replika 12 Naga di Vihara Buddhayana Roban (Chai Thong). 

“Aksi dari para Tatung ini yang paling dinanti. Wisatawan tertarik dengan keajaiban yang ditawarkan oleh para Tatung. Aksi mereka khas dan sangat unik. Yang jelas, Festival Cap Go Meh Singkawang 2019 ini jangan sampai terlewatkan. Segera atur perjalanan ke sana karena semuanya terbaik,” lanjutnya lagi. 

Selain atraksi, aksesibilitas dan amenitas luar biasa ditawarkan oleh Singkawang. Aksesibilitas menuju ke Kota Singkawang juga sangat mudah. Bila melalui jalur darat, wisatawan pun bisa menggunakan bus Damri dari Bandara Supadio, Pontianak. Tarif yang ditawarkan sekitar Rp 100 Ribu per trip. Total ada 5 armada yang disiapkan dengan interval keberangkatan pukul 09.00, 11.00, 12.00, 13.00, dan 14.00 WIB. 

Bagi para wisatawan asal Malaysia maka aksesibilitasnya jauh lebih sederhana. Mereka bisa menempuh jalur darat Iangsung dari Kuching menuju Singkawang melalui pintu PLBN Aruk di Sambas, Kalbar. 
Lalu bagaimana dengan amenitas? Ada beragam hotel yang ditawarkan Kota Singkawang. Sebut saja Hotel Swiss-Belinn Singkawang dengan rate Rp 800 Ribu semalam. Harga ramah pun ditawarkan Airy Singkawang Tengah Salam Diman 129 dengan banderol Rp 261 Ribu per malang. Ada pula hotel dengan harga di bawah Rp 200 Ribu, di antaranya adalah Wahana Inn, Astina Graha, juga Airy Graha Wahana. (bdn) 

=====

Dokumentasi Festival Cap Go Meh Singkawang 2018 (Facebook/Kementerian Pariwisata)  

Share.

Leave A Reply