Bandara Maleo Morowali Diresmikan, Aksesibilitas Udara di Sulteng Makin Oke

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

air-travel.id – Aksesibilitas di Sulawesi tampaknya semakin kondusif. Sebab, pengoperasian Bandara Maleo Morowali di Sulawesi Tengah (Sulteng) telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sehingga konektivitas Kabupaten Morowali dengan kota-kota yang lebih besar di sekitarnya seperti Palu, Poso, Kendari, dan Makassar semakin meningkat.

Seremoni peresmian bandara baru tersebut dilakukan di Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu. 

Menurut Presiden, warga sekitar Morowali dulu membutuhkan waktu hingga 12 jam jika hendak ke Palu, dengan perjalanan darat 520 kilometer melalui jalan raya Trans Sulawesi. “Sekarang, warga Morowali punya pilihan. Dengan pesawat, dari Morowali ke Kendari waktu tempuh penerbangan tak sampai satu jam,” tutur Presiden dalam penyampaian kata sambutannya. 

Optimisme yang tinggi atas diresmikannya pengoperasian Bandara Morowali juga disampaikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurut Arief, memajukan dunia pariwisata harus mengedepankan unsur 3A, yaitu atraksi, amenitas, dan aksesibilitas. Dengan diresmikannya Bandara Morowali, kata Arief, maka akses pariwisatanya semakin terbuka lebar. 

Arief juga menjelaskan bahwa atraksi utama di Sulteng adalah wisata bahari, dengan ikon Taman Nasional Togean, yang dinilai sebagai salah satu destinasi underwater terbaik di Indonesia. “Oleh karena itu, perkembangan aksesibilitas dibutuhkan demi konektivitas ke destinasi unggulan di Sulteng sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia,” ujarnya. 

Arief menambahkan, setelah aksesibilitas udara di Sulteng terkoneksi, sudah saatnya Sulteng punya bandara internasional. Dan bandara internasional yang diusulkannya adalah Bandara Mutiara SIS AI-Jufrie di Palu Sulawesi Tengah. 

“Wisman yang datang ke destinasi wisata 75% menginginkan adanya penerbangan langsung. Sehingga keberadaan bandara internasional menjadi keharusan dan ini yang harus diperjuangkan para pimpinan Sulteng untuk mewujudkannya,” papar Arief.

Bandara Maleo Morowali didirikan di atas lahan seluas 158 hektare dan dilengkapi dengan landasan pacu sepanjang 1.500 meter. Bandara yang terletak di Desa Umbele, Kecamatan Bumiraya, Kabupaten Morowali, ini dilengkapi terminal penumpang seluas 1.000 meter persegi. 

Bandara Monowari mempunyai panjang landasan pacu berukuran 1.500 m x 30 m, apron 80 m x 70 m, dan taxiway 192 m x 18 m. Bandara ini juga memiliki gedung terminal seluas 1.000 m2 dengan kapasitas pelayanan untuk 100 orang.

Di dalam gedung terminal terdapat fasilitas dua  gerbang X-Ray, dua unit conveyor belt untuk bagasi penumpang keberangkatan dan kedatangan, serta dua unit counter check-in. Selain itu, Bandara Monowari juga dilengkapi beberapa gedung penunjang lainnya, seperti gedung perkantoran dan gedung fasilitas pertolongan kecelakaan penerbangan dan pemadam kebakaran. (bdn) 

Share.

Leave A Reply