Pemerintah Akan Operasikan Lima Bandara Baru

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

air-travel.id – Menghadapi makin meningkatnya kebutuhan penerbangan dari tahun ke tahun, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan mengoperasikan lima bandara baru di tahun 2019. Kelima bandara baru tersebut yakni Bandara Siau di Sulawesi Utara, Tambelan (Kepulauan Riau), Muara Teweh (Kalimantan Tengah), Buntukunik (Sulawesi Selatan), dan Pantar (Nusa Tenggara Timur). 

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemhub Polana B Pramesti, jika lima bandara tersebut telah resmi beroperasi, maka secara total sepanjang masa pemerintahan Presiden Jokowi-Jusuf Kalla, Kemenhub telah membangun 15 bandara baru. 

“Sepanjang 2015-2018 sudah terbangun 10 bandara, sedangkan pada tahun 2019 nanti akan ada lima bandara baru lagi,” ujar Polana pada acara pemaparan capaian kerja, outlook, dan penanganan angkutan Natal dan Tahun Baru, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selain itu, untuk tahun 2019, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub juga telah memiliki beberapa program prioritas. Beberapa di antaranya adalah pengadaan pelayanan angkutan udara perintis dan jembatan udara. 

Bahkan ada pula program Penyelenggaraan Angkutan BBM Angkutan Udara Perintis Penumpang sebanyak 8.606 drum, Penyelenggaraan Angkutan Perintis Kargo sebanyak 39 rute, Penyelenggaraan Angkutan BBM untuk Perintis Kargo sebanyak 2.005 drum, dan Penyelenggaraan Subsidi Operasi Angkutan Udara Kargo sebanyak 2 rute.

“Di tahun 2019, kami akan melaksanakan pembangunan dan pengembangan bandara prioritas nasional di 42 lokasi. Hal ini kami lakukan untuk membuka daerah yang sulit dijangkau dan agar masyarakat dapat lebih mudah lagi dalam mendapatkan kebutuhannya dengan distribusi melaui bandara baru nantinya,” papar Polana.

Polana juga menjelaskan bahwa pembangunan dan pengembangan bandara tidak hanya bersumber dari dana APBN. Skema pendanaan lain yang diterapkan yakni Kerja Sama Pemanfaatan (KSP), Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU), dan Penyertaan Modal Negara (PMN).Bandara yang dikembangkan dengan skema KSP antara lain Bandara Sentani di Jayapura, Bandara Fatmawati di Bengkulu, Bandara Radin Inten II di Lampung, dan Bandara Hanandjoeddin di Tanjung Pandan. 

Khusus pengembangan bandara dengan skema KPBU mencakup Bandara Bali Utara, Bandara Komodo di Labuan Bajo, Bandara Singkawang Baru, dan Bandara Juwata di Tarakan. Sedangkan bandara yang dibangun dengan menggunakan skema PMN hanya Bandara Banyuwangi, Bandara Wirasaba, dan Bandara Jember.

“Dari semua bandara yang proses pengembangannya melalui skema KPBU, hanya Bandara Komodo yang sudah memasuki tahap prakualifikasi dengan 20 proposal dari investor yang sudah diterima Kemenhub. Sementara tiga bandara sisanya masih tahap studi awal,” ungkap Polana. (bdn) 

Share.

Leave A Reply