Citilink Indonesia Sediakan Wi-Fi di Layanannya

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

air-travel.id – Gebrakan baru bakal kembali dilakukan PT Citilink Indonesia. Maskapai penerbangan berbiaya murah yang didirikan pada tahun 2001 ini akan melengkapi fasilitas layanan di armadanya dengan wireless fidelity atau Wi-Fi pada akhir tahun 2018 nanti. Hal itu dilakukan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang mayoritas didominasi oleh segmen milenial.

Menurut Juliandra Nurtjahjo selaku  Direktur Utama Citilink Indonesia, bakal disediakannya fasilitas tersebut juga bertujuan memperkuat experience terbang para pelanggan bersama Citilink Indonesia.

“Jadi pada tanggal 28 Desember 2018 nanti kami akan punya Wi-Fi di pesawat kami, meskipun baru pada satu pesawat. Lalu nanti di tahun 2019, kami akan pasang lagi di sembilan pesawat, dan akan terus bertambah sampai seluruh pesawat kami terpasang Wi-Fi,” ujarnya kepada media di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Juliandra mengaku pihak manajemen Citilink akan selalu bersikap adaptif terhadap kebutuhan pelanggan agar maskapai ini terus dapat berkembang. Apalagi saat ini kaum milenial sudah sangat gandrung serta terbiasa dengan leissure dan konektivitas. Dengan demikian,  kata Juliandra, dengan menyediakan layanan yang sesuai dengan keinginan mereka, perusahan yakin mampu menarik lebih banyak penumpang.

Bahkan, selain melengkapi pesawat dengan fasilitas Wi-Fi, tim manajemen Citilink juga menggandeng PT Sarinah (Persero) untuk melakukan penjualan secara onboard. Nantinya, Citilink akan menjual produk-produk asli Indonesia dalam layanan penerbangannya.

“Penjualan dengan menggunakan teknologi, pasti kaum milenial akan tertarik. Pesawat yang dilengkapi Wi-Fi ditambah dengan penawaran produk Sarinah di udara, itu merupakan experience baru. Apalagi, produk-produk yang ditawarkan pun adalah khas Indonesia,” tutur Juliandra. 

Sebagai langkah awal, layanan Free Wi-Fi dengan total kuota per sesi sebesar 50 megabyte ini akan diinstal pada pesawat Citilink bertipe AirBus 320, dan baru bisa diakses oleh para penumpang setelah pesawat terbang berada di ketinggian di atas 30.000 kaki. (bdn)

Share.

Leave A Reply