Tahun Depan Kunjungan Cruise ke Indonesia Diprediksi Naik 19,6 Persen

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

air-travel.id – Jumlah kunjungan kapal pesiar (cruise) ke Indonesia diproyeksikan tumbuh 19,6 persen di tahun 2019. Dari pergerakan tersebut, wilayah Sabang dan Medan akan didorong untuk mendapatkan stop overs dari jalur Selat Malaka. Sebab, Sumatera menjadi destinasi favorit bagi kapal-kapal pesiar. Dan berdasarkan perhitungan, wilayah nusantara yang didukung perairan luas ini menjadi favorit kunjungan cruise besar hingga 74 persen.

Hal tersebut mencuat dalam acara Group Discussion (FGD) tentang Pengembangan Promosi Wisata Cruise yang digelar pada hari Kamis (20/12) di Ballroom Hotel Grand Nanggroe, Jalan T lmuem Lueng Bata, Banda Aceh, Nangroe Aceh Darusalam (NAD). 

Menurut Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Bahari, lndroyono Soesilo, pertumbuhan cruise ships di Indonesia sangat bagus dengan proyeksi jumlah penumpang pada tahun depan naik di angka 9,7 persen. “Kehadiran mereka tentu positif. Akan ada banyak devisa yang masuk. Di sini yang paling penting kreativitas daerah,” tutur lndroyono.

lndroyono memprediksi jumlah wisman cruise ships pada tahun 2019 berada di level 387.873 orang. Bandingkan dengan realisasi kunjungan wisman dari jalur Iaut saat ini yang hanya 353.425 orang. Kenaikan arus wisman ini juga selaras dengan cruise ships numbers of calls-nya. 

Pada tahun 2019 nanti, kata Indroyono,  sudah ada 593 rencana kedatangan kapal pesiar. Jumlah ini naik 19,6 persen dari tahun ini. Sementara pada tahun 2018, jumlah cruise yang merapat mencapai 496. 

“Sabang akan mendapatkan 25 calls di tahun 2019. Harus diupayakan 25 calls.  Kapal ini bisa singgah semuanya di sana. Sebab, potensi Sabang besar. Infrastrukturnya pun sangat mendukung,” papar Indroyono. 
Sebagai informasi, kapal Cruise memiliki kapasitas angkut lebih dari 3.000 orang. Cruise kelas medium menempati slot 21% dengan daya angkut 1.000 hingga 3.000 wisman. Sementara, Cruise kelas expedition vessels kurang dari 1.000 orang sehingga hanya memiliki kuota 5%. 

Dilihat dari angka pergerakan cruise ships, Sumatera tetap menjadi destinasi favorit. Pulau Andalas memiiiki slot 38 persen, lalu disusul Bali dengan komposisi 21%. Nusa Tenggara memiliki slot 20%, dan Jawa hanya menempati kuota 16%. 

Dikabarkan pula bahwa Genting Dream Cruise akan tetap menempatkan Bintan di Kepulauan Riau sebagai destinasi utamanya. Sepanjang tahun 2018, kapal yang disebut-sebut sebagai kapal pesiar termewah dan terbesar di Asia-Fasifik itu datang 60 kali sepanjang 52 pekan dengan kapsitas 6.000 orang per trip. 

Plt Deputi Bidang Pemasaran l Kemenpar, Ni Wayan Giri Adnyani, mengatakan Genting Dream Cruise adalah moda paling efektif untuk mendatangkan wisman karena daya angkutnya besar dan secara rutin berlayar di perairan Indonesia. “Kehadiran cruise itu jadi garansi devisa yang menjanjikan. Bila mereka datang, pasti ada impact ekonomi yang besar di sana,” tuturnya. 

Menanggapi pergerakan positif wisman dari jalur laut, apresiasi diberikan oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menurut Arief, pergerakan wisman dari laut ini sangat bagus dan upaya-upaya yang dilakukan untuk menaikan kuota ini sangat positif. 

Arief yakin, dengan potensi yang ada, Sabang akan menjadi salah satu destinasi terbaik yang bisa dikembangkan. “Jadi, ada suasana baru yang ditawarkan bagi wisman kapal pesiar. Kami yakin, cruise yang lain akan ikut bila Genting Dream Cruise reguler berkunjung ke sana,” ungkap Arief. (bdn) 

Share.

Leave A Reply