Beluga XL, Pesawat Raksasa Pesaing Antonov An-225 Mriya

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Pesawat terbang Beluga XL akhirnya melakukan penerbangan perdananya dengan sempurna di Bandara Toulouse, Prancis, pada 19 Juli 2018 lalu. Kesuksesan penerbangan pesawat yang tampilannya menggemaskan itu memberikan lampu hijau bagi Airbus SAS (raksasa produsen pesawat komersial yang berbasis di Toulouse, Perancis) untuk melakukan pengembangan lebih lanjut terhadap pesawat seri Beluga.

Nama “Beluga” pada pesawat ini diambil dari nama spesies paus putih yang hidup di laut Arktik, Kutub Utara. Pemilihan nama Beluga pun bukan dilakukan secara sembarangan. Para insinyur Airbus merasa takjub dan terinspirasi oleh sosok paus putih bernama latin delphinapterus leucas itu yang ternyata tetap luwes bergerak di kedalaman air hingga 700 meter meskipun tubuhnya sangat besar plus tekanan air di sekitarnya sangat padat.

Tak mengherankan pula bila akhirnya struktur badan dan wajah Beluga XL dibuat menyerupai paus putih beluga. Para insinyur Airbus menilai, dengan struktur tersebut, keaerodinamisan Beluga XL bakal makin meningkat saat meluncur menembus udara padat.

Bahkan, agar tampil lebih mirip dengan paus beluga serta untuk menambah daya tariknya, bagian depan Beluga XL diberi dua mata bulat serta garis hitam yang lurus agak melengkung sehingga menyerupai wajah paus yang sedang tersenyum semringah.

Tak ketinggalan, pesawat ini juga dilengkapi dengan gelembung tambahan pada bagian “jidatnya” sehingga memberikan aksen unik dan kemiripan mencolok dengan paus beluga. Hebatnya lagi, bagian “jidat” yang tampak seperti “benjol” itu bisa dinaik-turunkan untuk akses keluar-masuknya barang.

Sementara bagian kokpitnya sengaja dibuat lebih rendah dibanding posisi kokpit-kokpit pesawat kargo umumnya agar sang pilot tidak perlu lagi mematikan atau memutuskan jaringan aliran listrik, hidrolik, dan flight control systems setiap kali dilakukannya proses bongkar-muat.

Tangguh dan Muatan Lebih Banyak
Beluga XL sebenarnya dibuat dengan desain awal pesawat Airbus A330-200 Freighter. Lalu, dengan berbagai macam perubahan dan sentuhan di sana-sini, akhirnya Beluga XL “disulap” menjadi seperti penampilannya sekarang.

2 (ladbible.com)

Tak tanggung-tanggung, tinggi Beluga XL mencapai 18,9 meter atau setara dengan rumah tiga lantai. Panjang total tubuhnya, mulai dari ujung kepala hingga ekor, mencapai 63,1 meter, sedangkan lebar bentangan kedua sayapnya mencapai 60,3 meter. Dengan sosok seperti tadi, tak mengherankan bila pesawat kargo raksasa ini memiliki wing area sekitar 361,6 meter persegi.

Juga, dengan bobot 125 ton dan daya angkut mencapai 53 ton di bagian palka, Beluga XL diklaim mampu terbang menempuh jarak 4.000 kilometer dengan hanya sekali pengisian bahan bakar. Lalu soal kapasitasnya, Beluga XL memiliki kapasitas muatan 30 persen lebih banyak dibanding varian Beluga ST (pesawat kargo sejenis yang sudah ada sebelumnya).
Sejak pembuatannya dimulai pada tahun 2016, Beluga XL telah dilengkapi dengan sepasang mesin turbofan Rolls-Royce Trent 700. Mesin yang harganya diperkirakan mencapai £530 juta alias Rp 10 triliun (£ = Rp 19.013) tadi dipercaya mampu menciptakan 316 kN of thrust (daya dorong) bagi Beluga XL.

Tapi, meskipun telah dianggap sukses dalam penerbangan perdananya, Beluga XL masih harus menjalani uji terbang selama 10 bulan ke depan terhitung sejak Juli 2018 guna memperoleh sertifikat kelayakan terbangnya.

Direncanakan, “The Happiest Cargo” (karena selalu tampak tersenyum) ini sudah bisa beroperasi secara penuh pada pertengahan tahun 2019 dan menjadi pesaing bagi pesawat Antonov An-225 Mriya yang hingga sekarang masih menyandang predikat sebagai pesawat kargo terbesar sejagat. (bdn)

Share.

Leave A Reply